Wednesday, June 1, 2016

Review Lengkap Samsung GALAXY A3 (2016)



Bila biasa kita melakukan review terhadap software atau hardware komputer, pada postingan kali ini yang akan kita review ialah sebuah produk smartphone, Samsung GALAXY A3 (2016), yang dapat dikatakan sebagai sebuah produk yang menargetkan pasar menengah ke atas, dengan harga berkisar antara 3.8 juta hingga 4 jutaan (update Oktober: 3.2 juta). Ini juga menjadi postingan bertemakan review smartphone yang pertama dilakukan oleh Art Dimension, berdasarkan uji coba langsung terhadap produk bersangkutan, dan tidak semata mengandalkan referensi spesifikasi tertulis dari pihak pengembang. Lagipula, momen kali ini tergolong pas, di mana ketika postingan ini diterbitkan, produk masih tergolong baru dirilis di Indonesia pada bulan Februari 2016 lalu, dan mungkin tidak sedikit dari Anda yang sedang berencana membelinya dapat menjadikan review ini bahan pertimbangan.
Ohya, namun bila foto-foto ‘penampakan’ A3 (2016) yang terlampir di sini terlihat agak buram, mohon dimaklumi karena penulis menjepretnya dengan smartphone lain yang masih hanya dibekali kamera 5 MP.

Samsung GALAXY A3 (2016) dengan balutan body metal


Performa
Merujuk pada produk generasi sebelumnya, GALAXY A3 yang tanpa disertai angka 2016 di belakang, Samsung melakukan beberapa upgrade bagi GALAXY A3 (2016), guna meningkatkan performa dari produk ini. Adapun beberapa upgrade yang dimaksudkan ialah sebagai berikut: 1. Ukuran layar 4.5 inci menjadi 4.7 inci; 2. Resolusi layar 540x960 menjadi 720x1280; 3. Kompatibilitas OS Android v4.4.4 KitKat (upgrade ke v5.0.2 Lollipop) menjadi Android v5.1.1 Lollipop (upgrade ke v6.0.1 Marshmallow); 4. CPU Quad-core 1.2 GHz Cortex A53 menjadi CPU Quad-core 1.5 GHz Cortex A53; 5. Kompatibilitas slot micro SD dari 64 GB menjadi 128 GB; 6. Kamera utama 8 MP menjadi 13 MP; dan 7. Baterai Li-Ion 1900 mAh menjadi Li-Ion 2300 mAh. Bisa dikatakan spesifikasi antara A3 dan A3 (2016) tidak memiliki upgrade yang terpaut jauh, kecuali pada bagian resolusi, kamera, serta kapasitas baterai yang cukup berpengaruh. Lantas, bagaimana dengan performa A3 (2016)?

Spesifikasi berdasarkan CPU-Z



Selama pemakaian seminggu hingga postingan ini dibuat, bisa dikatakan penulis tidak menemukan gangguan kinerja serius pada GALAXY A3 (2016), baik melakukan aktivitas multimedia yang berhubungan dengan foto, video, atau audio, multitasking yang melibatkan sejumlah aplikasi yang dijalankan secara bersamaan, kemudian juga gaming. Hmm.... Kira-kira game seperti apa yang sanggup dijalankan oleh perangkat mini ini? Tak terpungkiri, game juga banyak jenis, dari yang sederhana, hingga yang memiliki grafis luar biasa serta membutuhkan spesifikasi yang tidak tanggung untuk menjalankannya. Namun, Anda jangan cemas, karena penulis telah menguji aktivitas gaming dari A3 (2016) dengan game Real Racing 3! Ya, segalanya berjalan mulus--meskipun ada juga reviewer lain yang mengklaim smartphone satu ini tidak cocok untuk gaming--dan asal tahu saja total size dari Real Racing 3 menembus 2 GB!


Multitasking tanpa kendala



Ohya, bahkan sambilan menjalankan Real Racing 3 yang super berat, smartphone masih sanggup menjalankan aplikasi perekam tampilan layar (menjadi video) yang umumnya juga tergolong aktivitas multitasking berat. Keduanya tetap beroperasi dengan baik.


Real Racing 3


Dengan dibekali layar jenis Super AMOLED serta resolusi mencapai 720x1280, ketangguhan A3 (2016) pun terlihat nyata ketika memutar sejumlah video kualitas HD. Tampilan terlihat tajam dengan warna yang tegas, bahkan ketika kita coba memiringkannya dengan berbagai sudut pandang. Untuk hasil yang lebih maksimal, pengguna juga dapat menjalankan video dengan aplikasi MX Player atau MX Player Pro yang dapat diinstal melalui Play Store. Tak ada yang mengecewakan dari segi kualitas tampilan layar. Dan lagi, meskipun resolusi smartphone mini ini sendiri hanya 720x1280, tetapi sudah memungkinkan untuk menjalankan video full HD dengan resolusi 1080x1920, bahkan juga mengoperasikan Photoshop Touch versi tablet tanpa kendala! Untuk informasi tambahan, Anda mungkin juga tertarik membaca review untuk Real Racing 3 di sini.

Dengan layar Super AMOLED terlihat jelas dari berbagai sudut

Menjalankan video full HD tanpa kendala



Masih berkat layar jenis Super AMOLED yang diklaim pengembang sanggup menghemat penggunaan daya hingga 40%, baterai Li-Ion 2300 mAh yang dimiliki A3 (2016) lebih dari cukup untuk menemani Anda seharian penuh tanpa repot-repot mengandalkan power bank. Faktor-faktor lain yang menjadi rahasia di balik ketahanan baterai GALAXY A3 (2016) tak lain karena smartphone ini masih menggunakan layar di bawah 5 inci, dan juga processor 4 core yang tidak menyebabkan panas berlebih ketika smartphone melakukan kerja berat. Pengujian ini penulis lakukan dengan setelan pencahayaan rendah pada layar, dan tentu berbeda pengalaman ketika mengujinya pada setelan pencahayaan tinggi yang lebih menguras daya. Yang pasti, dengan kapasitas baterai 2300 mAh tidaklah menjadi kelemahan A3 (2016), seperti apa yang dirumorkan sejumlah blogger lain melalui review yang sekadar mengandalkan data tertulis.
Adapun beberapa keluhan dari pengguna lain terkait GALAXY A3 (2016), setelah melakukan upgrade OS ke v6.0.1 Marshmallow jaringan menjadi terkendala, chat dari BBM, WhatsApp, dan sejenisnya sering telat masuk. Namun, dari opini penulis, sebenarnya masalah tersebut hanya terdapat pada setting yang diterapkan. Penulis sendiri sama sekali tidak mengalami masalah tersebut. Untuk detail masalah serta solusi, silakan klik di sini.
Kamera
Kamera utama dari GALAXY A3 (2016) tergolong sanggup bersaing dengan berbagai smartphone high-end, yaitu memiliki resolusi sebesar 13 MP. Sejumlah menu juga memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan lensa dengan kondisi pencahayaan sekitar, baik pada ruangan tanpa pencahayaan, ataupun kondisi luar ruangan yang terang. Untuk kepentingan selfie, kamera depan yang beresolusi 5 MP juga telah dibekali bukaan f/1.9, sehingga hasil jepretan jelas tidak mengecewakan. Berikut beberapa hasil jepretan kamera belakang dalam ruangan tanpa cahaya, dan harap (sekali lagi) maklum bila objek yang diambil kurang menarik, mengingat penulis pada dasarnya bukan seorang fotografer.

Potret malam dengan zoom

Objek terlihat jelas walau pada ruangan minim cahaya

Hasil tangkapan layar cukup solid

Khusus untuk para pencinta alam yang mungkin sering memotret foto di alam terbuka, hasil jepretan dari Saudara Supher Frank Fakhrur yang merupakan salah seorang pengguna A3 (2016) juga cukup terlihat baik, dengan sedikit efek motion pada latar objek utama.

Hasil jepretan pada alam terbuka


Dan berikutnya ialah hasil selfie dengan kamera depan 5 MP.

Hasil jepretan kamera depan cukup terang



Sebagai pelengkap, Samsung juga memanjakan pengguna A3 (2016) dengan fitur yang memungkinkan pengambilan foto/video hanya dengan mengibaskan tangan, atau mengucapkan “shoot”, “smile”, “cheese”, “capture”, dan “record video”. Dengan kata lain, ketika Anda menggunakan tongsis standar yang tidak dibekali bluetooth, Anda bisa langsung mengambil foto tanpa harus repot-repot menyetel timer dan buru-buru menyesuaikan posisinya.
Meskipun tidak memiliki sebuah tombol fisik kamera yang biasanya digunakan untuk mengambil fokus, bukan berarti A3 (2016) tidak dapat mengambil fokus secara benar. Pengambilan fokus bisa dilakukan cukup dengan menyentuh objek yang hendak dibidik melalui tampilan layar, dan secara otomatis objek tersebut akan menjadi apa yang difokuskan oleh lensa.
Ketika kita—mungkin—masih belum puas dengan hasil jepretan yang diperoleh, tersedia juga fitur editor foto yang tergolong canggih, bahkan membuat kita usah lagi menambahkan berbagai aplikasi kamera cantik dari pihak ketiga. Prinsipnya adalah hampir semua dari kita ingin terlihat baik pada foto, dan berbagai opsi pada editor foto dapat ‘menyihir’ wajah kita menjadi tanpa jerawat, lebih tirus, terang, dengan sepasang mata yang lebar. Wah! Jangan percaya begitu saja ya, ketika berkenalan dengan seorang cantik atau tampan melalui dunia maya! Siapa tahu, foto yang diperlihatkan juga merupakan foto yang sudah ‘disihir’!
Desain
Tidak sedikit yang merumorkan A3 (2016) itu overprice untuk sebuah smartphone yang belum dibekali fingerprint, fast charging, serta dukungan VR. Di balik itu, Samsung tidak tanggung-tanggung menginvestasikan modal untuk menghadirkan desain premium bagi A3 (2016), di mana body smartphone ini telah berbahan utama metal, kemudian juga pelapisan Corning Gorilla Glass 4 pada bagian depan dan belakang. Praktis, kesan pertama ketika bersentuhan dengan smartphone ini adalah rasa dingin dan sejuk di kulit kita. Selain itu, masih karena desain premium yang dimiliki, A3 (2016) bahkan sempat dirumorkan sebagai produk yang awalnya akan diperkenalkan sebagai S6 Mini, meskipun pada akhirnya malah menjadi generasi dari seri A.
Desainer dari body A3 (2016) kelihatannya juga merupakan seorang pembersih yang tidak menyukai kotoran hitam yang cenderung menempel di sela-sela smartphone, terlihat dari body A3 (2016) yang nyaris tanpa ada sudut mati, kemudian juga sela-sela yang sangat rapat sehingga tidak mudah menumpuk kotoran. Sebut saja lubang speaker depan yang berada di atas layar, bila pada smartphone lain lubang itu tenggelam cukup dalam dari permukaan layar dan berpotensi menampung kotoran, di sini speaker tersebut terlihat licin dan senyawa dengan layar, meskipun tetap sedikit lebih masuk. Pada sela-sela antara body metal dan lapisan kaca depan-belakang pun sangat rapat, tak ketinggalan juga pintu SIM/micro SD yang bahkan sepintas tak akan terlihat selanya.
Dengan ukuran 134.5x65.2x7.3 milimeter dan berat 132 gram, smartphone ini juga pas di tangan, mudah dibawa dan disimpan di mana saja. Namun, karena bagian depan dan belakang smartphone ini dilapisi kaca, mudah tercemar minyak, terkadang terasa licin di tangan, dan rawan meluncur ke bawah ketika diletakkan pada suatu tempat dengan permukaan yang tidak rata. Untuk itu, sangat disarankan ditambahkan sarung atau tempered glass sebagai pelindung ekstra.

Corning Gorilla Glass 4 di bagian depan dan belakang


Berbicara tentang tempered glass, ada satu desain yang semestinya adalah suatu kelebihan, tetapi justru menjadi ‘masalah’ ketika kita memasangkan anti gores pada A3 (2016). Pasalnya, A3 (2016) mengambil desain layar yang sedikit melengkung (2.5D) di keempat sisinya, sehingga ketika dipasangkan tempered glass, kadang pada bagian tepi tidak akan merekat secara baik. Namun, ada pula tempered glass merek tertentu yang dapat merekat secara baik.
Mengenai side button, GALAXY A3 (2016) hanya memiliki tiga buah side button, yaitu power di bagian kanan (beserta pintu SIM/micro SD yang tertutup rapat), kemudian volume +/- di bagian kiri yang secara pribadi penulis nilai terlalu tinggi dan kurang pas dioperasikan dengan tangan kanan. Di bagian bawah, terdapat port pengisian daya, audiojack, dan sebuah speaker. Sementara untuk bagian atas, tidak ada tombol maupun port.

Tampak kanan

Tampak kiri


Tampak bawah

Tampak atas


Berbicara tentang kelebihan dari segi desain, keindahan dan kemewahan menjadi hal mutlak pada A3 (2016). Dengan tipisnya bingkai layar pada tepi body, meskipun hanya berbekal layar 4.7 inci, tampilan terlihat luas dan nyaman, tidak memboros ruang pada sisi layar. Meskipun demikian, karena tipisnya bingkai layar juga, seorang pengguna yang belum terbiasa akan sering tanpa disengaja menyentuh layar dan membuat GALAXY A3 (2016) bereaksi tanpa dikehendaki. Sebagai solusi, kita dapat memasangkan sarung guna mempertebal bagian tepi.




Overall, desain A3 (2016) tidaklah buruk, meskipun butuh sedikit penyesuaian. Adapun pilihan warna yang tersedia: emas; perak; hitam; dan pink keemasan.
Kelengkapan

Barang-barang bawaan dari Samsung, yaitu box, buku panduan serta kartu garansi, kabel data, charger 1.5 ampere, pin untuk membuka pintu SIM/micro SD, kemudian earphone model in-ear. Meskipun tren smartphone warna putih yang bisa dikatakan juga dipelopori oleh Samsung di masa lalu kini mulai redup sejak Samsung kembali memperkenalkan ragam smartphone berbahan metal, untuk kabel data, charger, serta earphone kelihatannya perusahaan asal Korea tersebut masih tetap mempertahankan warna putih yang menjadi ciri khas. Satu hal yang sedikit disayangkan, Samsung tidak memberikan pin pembuka pintu SIM/micro SD cadangan, padahal benda itu sangat kecil dan rawan hilang, meskipun fungsinya amat penting.

Aksesori Samsung masih mempertahankan ciri khas warna putih

Kelebihan dan Kekurangan Lainnya
Kelebihan dari Samsung GALAXY A3 (2016) ialah telah dibekali memori internal sebesar 16 GB, sehingga memungkinkan untuk menginstal game-game berat sekalipun. Di samping itu, smartphone ini juga dibekali koneksi LTE Cat 4 dengan kecepatan download hingga 150 Mbps, processor yang cukup baik di kelas menengah, layar yang tajam, bahan serta desain body premium, kemudian daya tahan baterai lebih lama.
Untuk kekurangan, A3 (2016) tidak memiliki lampu indikator, sehingga sedikit repot ketika kita hendak memastikan apakah pengisian daya telah selesai atau belum, maupun pemberitahuan lainnya. Selain itu, meskipun diklaim sebagai GALAXY Duos yang mampu menjalankan dua buah SIM secara bersamaan, slot yang digunakan adalah slot hybrid. Untuk lebih detail tentang slot hybrid, silakan baca di sini.
Demikianlah review untuk kali ini, dan semoga bermanfaat. Apabila masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan seputar GALAXY A3 (2016), silakan melalui kolom komentar.

*
Lea Willsen, penulis buku “Cara Tokcer Android Canggih Tanpa Rooting”, terbitan Penerbit ANDi
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 12:21 PM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer