Thursday, April 11, 2013

Tips Catur

Catur adalah permainan yang dikenal sepanjang masa. Selain menjadi permainan kelas dunia yang bergengsi, catur juga mampu melatih otak manusia dalam berkonsentrasi. Postingan kali ini tidak dengan tujuan mengajarkan dasar permainan catur, tetapi berisi tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang telah menguasai dasar-dasar permainan catur.

Penulis akan membahas kelebihan dari satu per satu jenis bidak catur yang tersedia, dalam bentuk teori. Selebihnya Anda akan coba menerapkannya atau tidak, terserah, mengingat permainan catur memang tergantung dari skill masing-masing pemain dan tidak mungkin dipaksakan. Jika ada masukan atau berniat berbagi cerita atau pengalaman, jangan segan berkomentar. Setuju?! Mari kita mulai!

-Bidak-Bidak Catur-

8 Pawns - Sepintas bidak satu ini memang terlihat lemah, bahkan cenderung menghalangi bidak-bidak kuat di belakang untuk maju bertempur. Namun, jangan salah, dengan formasi yang baik, pawn justru akan menjadi pagar yang kuat untuk menghalangi serangan musuh. Di samping itu, jika Anda adalah seorang pemain yang kerap tanpa segan mengorbankan pawn, jangan heran jika pada pertengahan permainan pertahanan Anda menjadi sangat lemah--setelah kekurangan pawn. Hargailah juga 'kehidupan' pawn. Di saat Anda sudah kehilangan queen atau rook, Anda pasti akan sangat membutuhkan pawn untuk menghidupkan mereka lagi.

2 Bishops - Bidak dengan gerakan diagonal ini kuat dalam posisi pertahanan atau memberi perlindungan terhadap bidak lain yang tengah maju bertempur. Karena peran bishop yang jarang sebagai penyerang, keberadaan bishop yang mengancam justru sering luput dari pengawasan musuh. Jadi, jangan heran--ketika musuh lengah--bishop justru menjadi penyerang yang kuat. Jika Anda perhatikan, kedua bishop memiliki jalur yang berbeda, satu bergerak di petak hitam, dan satu lagi putih. Bishop yang tidak lagi berpasangan--salah satunya gugur--akan membuat kemampuan pemain serasa pincang. Apalagi bila pada akhir permainan Anda tinggal memiliki satu bishop--bidak lain sudah pada gugur--musuh cukup berdiri pada warna petak yang bukan menjadi jalur bishop yang masih hidup, maka dipastikan Anda tak mungkin dapat melakukan penyerangan lagi. Prinsip mempertahankan bidak itu bagus, namun jangan sampai Anda hanya tersisa bishop menemani king di akhir permainan, karena bishop tak bisa diandalkan pada pertarungan papan catur yang telah lapang. Setidaknya Anda harus menyisakan rook atau queen untuk memeroleh kemenangan.

2 Knights - Inilah bidak dengan kemampuan meneror yang mengerikan! Gerakannya yang bagaikan bulan sabit akan dengan mudah membantai markas musuh. Anda harus memberi nilai plus untuk knight. Satu knight saja dapat mengancam dua tiga bidak musuh sekaligus, dan menghancurkan formasi musuh. Kelebihan knight dibanding bidak yang lain, knight dapat bergerak bebas tanpa terhalang bidak lain. Pemain yang terampil akan memiliki kemampuan yang baik dalam mengendalikan knight, bahkan melebihi peran queen. Jaga dan fungsikanlah keberadaan knight secara maksimal selama dalam permainan.

2 Rooks - Bidak dengan gerakan vertikal/horizontal ini memiliki kemampuan menyerang serta memblokir jalan yang baik. Sayangnya--dikarenakan keberadaan rook yang berada di sudut--beberapa pemain terlalu buru-buru hendak memfungsikannya, hingga 'tanpa rasa dosa' mengorbankan pawn yang berada di depan. Ini jelas prinsip yang amatir. Rook diciptakan sebagai pelindung king di sisi kiri-kanan. Anda tak perlu buru-buru memfungsikannya rook di awal permainan, jikalau tak ingin pertahanan king justru menjadi longgar. Rook lebih cocok difungsikan pada akhir permainan, di mana papan catur telah mulai lapang. Kelebihan rook yang tak dimiliki oleh bidak lain adalah teknik castling yang melibatkan king. Umumnya, setelah melakukan castling, pertahan king akan menjadi kuat, karena dilindungi oleh rook.

1 Queen - Bidak dengan gerakan vertikal/horizontal serta diagonal ini adalah bidak penting kedua--setelah king--dalam permainan catur. Baik dari segi penyerangan atau pertahanan, kemampuan queen tak diragukan. Usahakanlah membuka jalan bagi queen di awal permainan. Pemain yang tangguh biasanya dapat mengendalikan queen secara agresif dalam menyerang margas musuh. Namun, berhati-hatilah dalam menjaga queen, karena lawan biasanya sangat mengincar queen. Queen yang gugur di awal permainan sering menjadi prediksi jitu dari hasil akhir permainan.

1 King - Sebagian besar pemain catur menyesalkan gerakan bidak penting satu ini yang ternyata sangat lemah--hanya mampu bergerak satu petak. Namun, bagaimanapun juga king adalah bidak yang terpenting. Tanpa king berarti permainan berakhir. Untuk tips permainan, janganlah terlalu sering melibatkan king dalam pertempuran, jika bukan dalam kondisi sangat terpaksa. King yang telah beranjak dari posisi awal tak memungkinkan lagi melakukan teknik castling bersama rook. Jadi, sebisa mungkin pertahankan posisi tersebut. Pastikan juga petak di sekitar king selalu terlindungi oleh bidak lain. Jangan biarkan king berada pada sudut mati, di mana sekali di-skak langsung tak ada tempat lari.

Secara garis besar, teori yang dipaparkan di sini adalah teori yang lebih memprioritaskan pertahanan daripada penyerangan. Dengan senantiasa memelihara keberadaan setiap bidak, barulah dapat memiliki lebih banyak peluang kemenangan. Namun, ada saatnya teori tak sejalan dengan situasi. Terkadang sebuah keuntungan besar memerlukan pengorbanan. Misalkan dengan berkorban bishop memungkinkan Anda untuk merenggut nyawa queen lawan, mengapa tidak?!

-Gerakan-

Dalam permainan catur, lambat selangkah saja terkadang berakibat fatal. Sebisa mungkin janganlah melakukan gerakan bodoh semisal melakukan skak dengan bishop pada awal permainan yang ujung-ujungnya menarik diri lagi setelah digertak hanya dengan pawn. Gerakan yang sering dilakukan pemain amatiran ini hanya gerakan yang menyia-siakan turn dan dipandang rendah oleh lawan.

Posisikanlah bidak secara baik dalam setiap turn. Perhatikan tiga hal untuk setiap langkah, yaitu; apa yang menjadi tujuan utama, apakah posisi baru aman dari serangan lawan (lihat sekitar ada ancaman atau tidak), dan apakah setelah meninggalkan posisi lama akan ada bidak lain yang terancam (bisa dikarenakan terbukanya jalur yang tertutup, atau karena sebelumnya bidak tersebut dilindungi oleh bidak yang akan digerakkan). Demikian juga dengan langkah lawan, perhatikanlah; apa yang menjadi tujuan utamanya, adakah peluang mengeksekusi bidak tersebut pada posisi baru (mungkin lawan kebetulan ceroboh), dan adakah peluang mengeksekusi bidak lain dari musuh (setelah posisi lama ditinggalkan).

Jangan dengan bernafsunya langsung 'menyantap' bidak lawan yang memungkinkan, karena terkadang itu adalah jebakan yang disengaja. Sebisa mungkin analisislah langkah-langkah lawan untuk dua atau tiga turn ke depan agar dapat berjaga-jaga.

Yang terakhir sekaligus terpenting, permainan Anda harus menarik, berkesan, dan dinikmati, tak peduli kalah-menang. Jika semua menang, lalu siapa yang kalah?

Semoga bermanfaat!


2L, 2013
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 5:51 PM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer