Tuesday, July 31, 2012

Death Note: Kira VS L (Part 1)

Pernahkah Anda tahu tentang cerita fiksi berjudul "Death Note"? Sama halnya seperti cerita balap "Initial D", Death Note juga merupakan sebuah karya istimewa yang telah dilahirkan dalam berbagai versi seperti manga, novel, anime, game, drama, bahkan layar lebar.

Dari versi-versi yang ada, kendati sama-sama bercerita tentang keanehan sebuah buku hitam yang dapat mencabut nyawa, namun bila diperhatikan, maka kita pasta akan menemukan sedikit perbedaan. Dan, bila dinilai dari selera saya, maka saya akan mengatakan bahwa Death Note versi layar lebar-lah yang paling menarik dan sempurna bila dibandingkan dengan versi-versi lainnya. Karena hanya pada versi layar lebar-lah, cerita benar-benar terfokus dengan baik pada garis besarnya, yakni; Kira VS L.

Sementara pada versi manga, L--seorang detektif muda--diceritakan tewas di tengah cerita, kemudian perannya digantikan oleh kedua anak kecil bernama Mello dan Near. Dan bagi saya--mungkin juga bagi para pembaca lain--hal itu sangat mengecewakan serta melelahkan. Padahal sedari awal, berjilid-jilid buku sang pengarang telah menyajikan 'pertarungan' sengit antara Kira dan L kepada pembaca, namun pada pertengahan cerita L malah tewas, meninggalkan cerita yang masih berlanjut dan panjang. Hal itu mengakibatkan cerita seolah menjadi kehilangan pemeran utama, kendati pemeran utama yang sebenarnya adalah Kira--sang pembunuh.

Kembali pada topik Kira VS L pada versi layar lebar. Kedua tokoh tersebut memiliki satu persamaan unik, yakni kemampuan daya analisis yang luar biasa, sehingga membuat mereka berdua benar-benar menjadi musuh yang sulit dihadapi satu sama lain.

Kisah ini berawal dari seorang pelajar cerdas bernama Yagami Raito yang tanpa sengaja menemukan sebuah buku hitam (death note) yang memiliki kemampuan untuk mencabut nyawa seseorang hanya dengan cara menuliskan nama orang tersebut pada buku tersebut. Semula Raito tak percaya. Namun berkali-kali ia berhasil membuktikannya dengan menuliskan beberapa nama pelaku kejahatan yang kemudian keesokan harinya nama-nama orang itu benar-benar diberitakan tewas akibat gagat jantung oleh media.

Berbekal buku kematian tersebutlah, tiba-tiba timbul suatu keinginan besar pada diri Raito untuk menciptakan sebuah dunia baru yang terbebas dari kejahatan. Raito yakin, dunia yang ada telah terlalu hancur akibat kejahatan-kejahatan yang dari hari ke hari semakin meningkat. Dan karena hukum tak mampu memberantasnya, maka biarlah dirinya yang membunuh para penjahat tersebut, cukup hanya dengan menuliskan nama si penjahat dalam buku kematian.

Setiap hari Raito pun mulai menyukai acara berita pada TV. Lewat acara itulah, ia akan mencari nama-nama para penjahat (tersangka) untuk dibunuh. Dan semula kegiatan itu berlangsung wajar-wajar saja. Namun lama-lama, apa yang ia lakukan menjadi suatu teror kematian yang amat meresahkan kepolisian. Para tersangka kejahatan mati tak wajar dengan sebab yang sama, yakni gagal jantung. Angka kejahatan menurun hingga tujuh puluh persen. Dalam sekejap, nama Kira (kata serapan dalam bahasa Jepang yang diambil dari kata "kill" pada bahasa Inggris) yang diyakini sebagai sang dewa baru yang telah mengeksekusi para penjahat pun terkenal hingga seluruh dunia. Dan dunia tak tahu, di balik semua kejadian misterius itu, Kira yang mereka sebut-sebut sesungguhnya adalah seorang pelajar SMA, Yagami Raito.

Hingga pada suatu hari, seorang detektif terkenal yang tak tahan lagi melihat kelakuan Kira yang dianggapnya tak manusiawi dan makin menggila pun secara terang-terangan menantang Raito. Detektif tersebut dikenal dengan inisial L. Dan ia yakin, suatu saat nanti ia akan mengungkapkan semua misteri tersebut, dan mengeksekusi Kira untuk dunia.

Kendati L hanya bergerak dari belakang layar tanpa ada yang melihat wajah atau pun mengetahui nama aslinya, namun gebrakan pertamanya tak tanggung-tanggung. Lewat waktu dan lokasi kematian para tersangka yang disusun menjadi suatu grafik, L langsung dapat menyimpulkan bahwa Kira adalah seorang siswa Jepang.

Merasa geram dengan hipotesis dari L, Raito pun sengaja mempermainkan L dengan kemampuan lainnya yang dapat mengendalikan waktu dan sebab kematian. Hal itu pun sempat membuat L menjadi agak ragu. Namun karena L memiliki rasa percaya diri yang sangat besar, maka pada akhirnya ia tetap merasa yakin bahwa Kira adalah seorang siswa. Kira bereaksi dan sengaja mempermainkan waktu dan sebab kematian agar dapat mengelak dari tuduhannya.

Langkah selanjutnya L pun menghungi FBI dan meminta beberapa anggotanya untuk membuntuti dan memerhatikan gerak-gerik beberapa siswa yang dicurigainya sebagai Kira. Raito termasuk di dalamnya.

Anggota yang mendapatkan tugas untuk mengawasi Raito adalah seorang pria bernama Raye Pember. Berdasarkan arahan dari L, Raye diperingatkan agar tak boleh menyebutkan nama atau identitas untuk siapa pun, terutama si target (Yagami Raito). L berpendapat bahwa Kira adalah seseorang yang dapat membunuh hanya melalui sebuah nama. Namun ia masih sama sekali tak pahan bagaimana cara kerjanya. Dan itulah
yang ingin ia selidiki.

Sayangnya, Raye melakukan suatu kesalahan fatal dalam menjalankan tugasnya. Ia kalah cerdik dari Raito. Ia masuk perangkap Raito dan pada akhirnya ia memberitahukan namanya kepada Raito.

Bersambung ke Death Note: Kira VS L (Part 2)
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 9:12 PM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer