Saturday, March 26, 2011

Memaknai Cover "Twin Anthology": Delos Temple


Adalah benar, suatu karya ilustrasi tidaklah pernah bersuara. Namun, disadari atau tidak, dari kebisuan, karya ilustrasi sesungguhnya telah mampu banyak bercerita. Demikian pula dengan cover "Twin Anthology" yang telah berupaya keras menghadirkan makna-makna yang terkandung dalam tema yang diangkat oleh dua penulis bersaudara asal Sumut, Liven R dan Lea Willsen.

Pada cover buku antologi puisi "Love of Artemis" dan "Apollo's Tears" yang dominan abu-abu, dilukiskan wajah sesosok perempuan (Artemis) dan juga pria (Apollo) yang merupakan satu-satunya tokoh mitos Yunani yang sepasang kembar, pria dan wanita. Keduanya merupakan anak dari Zeus, sang dewa tertinggi dan pasangannya Leto.

Artemis dan Apollo sendiri juga merupakan dewa besar yang tergabung dalam 12 dewa besar Olimpus yang memiliki peranan penting dalam jagat ini, berdasarkan kepercayaan mitos Yunani. Artemis dikenal sebagai dewi bulan, dewi perburuan, dan dewi kelahiran. Sementara Apollo dikenal sebagai dewa matahari, dewa musik, dan juga dewa penyair.

Pada background, masing-masing cover terdapat sebuah bangunan tua nan kuno. Sepintas, keseluruhan bentuk dari bangunan tersebut tak dapat terlihat. Namun, apabila kedua cover tersebut disatukan (didekatkan), barulah bentuk utuh dari bangunan akan terlihat, yakni Delos Temple.

Delos dikenal sebagai nama pulau kelahiran dua bersaudara Artemis-Apollo. Dan di sanalah, terdapat sebuah kuil suci yang hingga kini merupakan tempat di mana orang-orang dapat memuja Artemis-Apollo.

Cerita berawal dari kecemburuan Hera--istri lain Zeus--ketika mengetahui Leto akan segera melahirkan anak untuk suaminya. Dengan berbagai cara Hera coba menghalangi persalinan Leto. Bahkan Hera juga meminta Bumi untuk menolak keberadaan Leto, di mana pun perempuan itu berniat memijakkan kaki untuk bersalin.

Leto pun kesulitan mencari tempat yang aman. Ke mana pun ia berada, di sanalah Bumi akan bergetar menolaknya. Hingga pada akhirnya, Leto berhasil menemukan tempat yang aman, yakni sebuah pulau terapung yang di masa itu masih belum terhubung pada Bumi; Delos. Dan di sanalah, setelah sembilan hari sembilan malam Leto mengalami penderitaan berat, pada malam ke-sepuluh Leto melahirkan sepasang anak kembarnya ditemani oleh dewi-dewi penghuni Delos.

Artemis yang lahir terlebih dahulu pun kemudian di kenal sebagai kakak dari Apollo. Dengan bantuan sang dewi kelahiran (Artemis), barulah Apollo terlahir, dan kemudian membangun sebuah kuil di sana sebagai rasa syukur terhadap pulau Delos yang telah mengizinkan mereka bersembunyi dari Hera. Kelahiran sepasang kembar Artemis-Apollo juga menghadirkan terang cahaya surga di seluruh pulau Delos malam itu.

Untuk detil buku dan pemesanan, silakan klik link berikut:

Love of Artemis

Apollo's Tears




Ditulis oleh:
*Ilustrator

Referensi:
*http://www.wikipedia.com
*http://thislifeisnotsogood.tumblr.com
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 11:34 AM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer