Tuesday, September 21, 2010

Ayo, Belajar Bersikap Dewasa!


Oleh: Lea Willsen
Hai, adik-adik! Pernahkah kalian menginginkan sesuatu, misalkan sepatu baru, sepeda, atau mainan baru? Tentu pernah ‘kan? Lalu, kepada siapakah kalian meminta? Tentu orangtua ‘kan, karena tak mungkin kita meminta sama si penjualnya. Lalu, apakah orangtua selalu membelikannya? Hmm…
Oke, marilah kita mengintip solusinya. Solusi untuk menguasai diri ketika kita sedang kecewa karena apa yang diinginkan tak dapat kita miliki, atau bahkan solusi untuk memiliki apa yang kita inginkan meskipun orangtua tak bersedia membelikannya untuk kita. Tertarik? Marilah kita lanjut membacanya sampai akhir!
Solusi Ketika Kecewa
Tak bisa dipungkiri, kita pasti kecewa apabila apa yang kita inginkan tak bisa kita miliki. Kalau sudah begitu, apa yang kita lakukan? Merengek berhari-hari? Membanting barang di sekeliling? Menarik-narik pakaian orangtua? Atau bahkan melakukan aksi mogok makan? Oh, god, ini bukan solusi yang dimaksud. Janganlah memaksa dengan cara nakal seperti itu ya, dik! Karena bila dengan cara seperti itu, tanpa kita sadari kita telah menyakiti perasaan orangtua.
Bila kita sedang kecewa karena apa yang kita inginkan tak bisa kita miliki, cobalah belajar untuk bersikap sedikit lebih dewasa. Tak apa ‘kan, coba bersikap layaknya orang dewasa meskipun kita masih kecil agar kita bisa memahami alasan mengapa orangtua kita tak bersedia membelikan apa yang kita inginkan?
Cobalah untuk memahami situasi orangtua--apakah mereka sedang mengalami krisis keuangan, sedang berhutang, atau mungkin juga mereka memiliki uang namun uang itu harus mereka pergunakan untuk keperluan yang lebih penting, misalkan beli beras, bayar uang sekolah kita, sehingga tak bisa mengabulkan keinginan kita. Dan apabila sudah kita pahami, maka ayolah kita berusaha untuk sedikit rela berkorban demi orangtua kita agar menjadi anak baik yang selalu disayangi.
Beban orang dewasa jauh lebih barat dari apa yang kita bayangkan. Pahamilah itu! Dan seandainya saja, bila orangtua kita sanggup membelikan apa yang kita inginkan, mengapa tidak? Tentu saja tanpa ragu mereka akan menyanggupi kita. Orangtua mana yang tak ingin membahagiakan anak mereka bila sanggup? Betul?
Di TV ada sebuah berita seorang anak belasan tahun memanjat menara listrik hanya karena keinginannya untuk memiliki sebuah sepeda tak dapat dikabulkan oleh ayahnya.
Tanpa memerdulikan perasaan dan raut wajah orangtua yang tengah cemas di bawah menara, si anak terus memanjat semakin menuju puncak. Berbagai upaya pun dilakukan warga untuk menasihati si anak bandel itu turun--namun gagal. Dan sampai setelah sang ayah membelikan sebuah sepeda, barulah si anak bersedia turun dengan raut wajah berlinang airmata.
Yang lebih keterlaluannya, ternyata si anak bukan pertama kalinya lagi melakukan hal gila itu. Ia sudah melakukannya berulang kali setiap ada sesuatu yang ia inginkan namun tak sanggup dikabulkan sang Ayah. Dari sini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa si anak tak memahami kesulitan yang tengah dialami orangtua.
Nah, adik-adik, cobalah belajar bersikap dewasa dan memahami situasi orangtua kita serta jangan meniru kelakuan tak baik dari si anak bandel yang barusan diceritakan. Oke?
Solusi Mendapatkan Apa yang Kita Inginkan
Apa solusinya untuk memiliki apa yang kita inginkan meskipun orangtua tak bersedia membelikannya? Jawabannya singkat saja, menabunglah.
Sisikanlah sedikit uang jajan kita setiap hari pada suatu celengan, kotak, atau apa saja yang bisa kita gunakan untuk menyimpannya. Dengan menabung, maka kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan.
Mungkin adik-adik akan berpikir, menabung membutuhkan proses yang lama dan sulit. Namun, masih ingatkan peribahasa yang berbunyi, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit? Peribahasa itu mengajarkan kita bahwa bila melakukan sesuatu dengan sabar dan tekun, maka niscaya pasti berhasil.
Selain itu, dengan menabung kita juga dapat melatih kesabaran serta belajar untuk lebih menghargai apa yang telah berhasil kita miliki setelah berhasil melewati proses menabung yang cukup lama. Selamat mencoba dan semoga berhasil!
Posted by Art Dimension
Art Dimension Updated at: 12:54 PM
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

No comments:

Post a Comment

Silakan centang "Notify me" agar Anda memeroleh pemberitahuan.

Entri Populer